Pengelolaan Bahan Kimia Industri BerbahayaPengunaan bahan-bahan kimia berbahaya  banyak dilakukan dalam industri manufaktur dan proses industri lain. Bahan kimia industri berbahaya mencakup bahan kimia korosive, bahan racun, reaktif terhadap air, bahan mudah terbakar (flammables) dan bahan mudah meledak.

Bahan bahan kimia industri itu dijumpai sebagai bahan proses dan juga sebagai bahan buangan (waste). Informasi yang kurang dan tidak benar terhadap bahan kimia ini dapat menyebabkan kecelakaan fatal bagi operator yang  bekerja dengan bahan kimia berbahaya.

Beberapa aktifitas di industri yang terkait dengan bahan kimia industri berbahaya (“hazardous chemicals“) antara lain : Handling bahan kimia, transpor bahan kimia, penyimpanan bahan kimia (baik digudang) ataupun dalam tangki. Selain itu ada kalanya pabrik harus mengelola bahan kimia industri buangan yang dikategorikan sebagai B3.

Kecelakaan kerja merupakan dampak yang harus diperhitungkan dan di antisipasi,  sehingga  sedapat mungkin  hal ini harus  dihindari dan dicegah agar tidak terjadi. Kecelakaan kerja yang berkaitan dengan B3 selain akan menimbulkan korban bagi pekerja atau orang lain juga dapat menimbulkan pencemaran terhadap lingkungan dan hal ini akan menimbulkan kerugian bagi perusahaan industri tersebut.

Disamping itu akan menimbulkan dampak yang lebih luas terhadap lingkungan dan masyarakat. Faktor yang menyebabkan terjadinya kecelakaan antara lain dari manusia/pekerja, prosedur/metode, dan peralatan/bahan. Faktor manusia merupakan faktor terbesar penyebab terjadinya kecelakaan diantaranya adalah ketidak-tahuan akan bahaya yang akan terjadi.

Informasi yang tidak sampai pada tingkat operator adalah pengetahuan tentang sifat-sifat bahan kimia dan effectnya terhadap kesehatan  operator. Sifat ini mencakup : incompatibility bahan, degree of flammability, maximum exposure limit, toxicity dll. Sifat-sifat ini sangat erat dengan aktifitas handling, transport dan storage.

Manual safety dan MSDS dari bahan kimia di industri sangat membantu seorang operator yang terkait dengan pekerjaan bahan-bahan kimia. Pemahaman terhadap “ hazard diamind”, “ hazard labelling”, sangat membantu operator untuk bekerja dengan bahan kimia industri itu dengan  aman.

MATERI TRAINING PENGELOLAAN BAHAN KIMIA INDUSTRI BERBAHAYA

  1. The nature of hazardous Chemicals in Industries (hazardous properties dari bahan kimia berbahaya)
  2. Identifikasi bahan kimia berbahaya
  3. health effects dari bahan kimia berbahaya
  4. hazard system bahan kimia berbahaya
  5. Hazardous Chemical Management
  6. Storage of Hazardous Chemical
  7. Handling and Transportation of Hazardous Chemical (safety checklist, hazard diamond, labelling, MSDS)
  8. Risk Assessment due hazardous Chemicals Released
  9. Strategies ( Management For Risk Prevention)
  10. Disposal methods for hazardous waste (Incineration, Land Fill, remediation)

Sasaran peserta training pengelolaan bahan kimia industri berbahaya ini dapat di ikuti oleh para operator dan engineer yang terkait dengan pekerjaan bahan-bahan kimia.

INSTRUKTUR  TRAINING PENGELOLAAN BAHAN KIMIA INDUSTRI BERBAHAYA

Candra Wahyu Purnomo, ST,  M.Eng,  D.Eng dan Team
Staff pengajar di Teknik Kimia UGM. Pendidikan dari Australia dan doktoral di Jepang. Ahli dalam bidang material, water treatment dan proses industri.

BIAYA DAN FASILITAS  TRAINING PENGELOLAAN BAHAN KIMIA INDUSTRI BERBAHAYA

  • 7.000.000,- (Tujuh Juta Rupiah) / peserta (Non Residential)
  • Quota minimum 2 orang peserta
  • Fasilitas : (Modul (hard and soft copy),sertifikat, flash disk, training kit, souvenir

Informasi detail dan lengkap tentang training pengelolaan bahan kimia industri berbahaya, silahkan hubungi ibu Kusnuroini atau ibu Risma di 0813-9229-0011.