HUBUNGAN INDUSTRIAL UNTUK HRD

0 Comments

Hubungan industrial (Industrial Relations) adalah hubungan antara pelaku proses produksi barang dan jasa, yaitu pengusaha, pekerja dan pemerintah. Tujuan dari Hubungan Industrial adalah untuk menciptakan hubungan yang harmonis, harmonis dan dinamis antara para pelaku proses produksi. Karena itu masing-masing pelaku produksi harus menjalankan fungsi dan tugasnya dengan baik. Fungsi pekerja / serikat pekerja adalah untuk melaksanakan pekerjaan sesuai dengan kewajiban mereka, menjaga ketertiban untuk kelangsungan produksi, menyalurkan aspirasi demokratis dan memperjuangkan kesejahteraan pekerja dan keluarga mereka dan mempromosikan perusahaan. Sementara fungsi pemerintah adalah untuk menetapkan kebijakan, memberikan layanan, memantau dan bertindak terhadap pelanggar. Dengan terciptanya hubungan industrial yang harmonis, aman dan harmonis diharapkan dapat meningkatkan produksi dan produktivitas kerja, sehingga perusahaan akan dapat tumbuh dan berkembang sehingga kesejahteraan pekerja dapat ditingkatkan. Pelatihan Hubungan Industrial untuk HRD penting untuk dapat diikuti oleh HRD perusahaan. Mereka yang terlibat langsung dalam proses produksi adalah pengusaha dan pekerja. Hubungan ini dalam bentuk hak dan kewajiban, di mana hak dan kewajiban sebagian besar diatur dalam undang-undang dan perjanjian kerja, peraturan perusahaan dan perjanjian kerja bersama (PKB), sedangkan pemerintah tidak terlibat langsung. Oleh karena itu pengusaha dan pekerja terlibat dalam hubungan kerja yaitu hubungan industrial (Industrial Relations) adalah hubungan antara pelaku proses produksi barang dan jasa, yaitu pengusaha, pekerja dan pemerintah. Tujuan dari Hubungan Industrial adalah untuk menciptakan hubungan yang harmonis, harmonis dan dinamis antara para pelaku proses produksi. Karena itu masing-masing pelaku produksi harus menjalankan fungsi dan tugasnya dengan baik. Fungsi pekerja / serikat pekerja adalah untuk melaksanakan pekerjaan sesuai dengan kewajiban mereka, menjaga ketertiban untuk kelangsungan produksi, menyalurkan aspirasi demokratis dan memperjuangkan kesejahteraan pekerja dan keluarga mereka dan mempromosikan perusahaan. Sementara fungsi pemerintah adalah untuk menetapkan kebijakan, memberikan layanan, memantau dan bertindak terhadap pelanggar. Dengan terciptanya hubungan industrial yang harmonis, aman dan harmonis diharapkan dapat meningkatkan produksi dan produktivitas kerja, sehingga perusahaan akan dapat tumbuh dan berkembang sehingga kesejahteraan pekerja dapat ditingkatkan. Pelatihan Hubungan Industrial untuk HRD penting untuk dapat diikuti oleh HRD perusahaan. Mereka yang terlibat langsung dalam proses produksi adalah pengusaha dan pekerja. Hubungan ini dalam bentuk hak dan kewajiban, di mana hak dan kewajiban sebagian besar diatur dalam undang-undang dan perjanjian kerja, peraturan perusahaan dan perjanjian kerja bersama (PKB), sedangkan pemerintah tidak terlibat langsung. Oleh karena itu pengusaha dan pekerja terlibat dalam hubungan kerja yang menimbulkan hak dan kewajiban. Pelatihan Hubungan Industrial untuk HRD harus diikuti oleh hak dan kewajiban staf. Pelatihan Hubungan Industrial untuk HRD harus diikuti oleh staf dan penyelia Departemen HRD. Karena SDM memainkan peran yang sangat strategis dalam menjembatani kepentingan karyawan. dan para pemangku kepentingan. Oleh karena itu profesional SDM perlu memiliki pengetahuan tentang hubungan industri dan pekerjaan (HIK). Pemahaman yang baik tentang perjanjian kerja, perjanjian kerja bersama (PKB), peraturan perusahaan, upah lembur, waktu kerja dan waktu istirahat, dan PHK.

TUJUAN PELATIHAN :

  1. Mengenal fungsi Industrial Relation
  2. Latar belakang keberadaan Serikat Pekerja
  3. Tantangan-tantangan dibalik keberadaan Serikat Pekerja
  4. Peran Manajer dalam Industrial Relation
  5. Fungsi Perjanjian Kerja Bersama (Collective Labor Agreement)
  6. Mengelola hubungan industrial agar diperoleh hasil Win-Win Solution

MATERI PELATIHAN :

  1. Peran HR dalam Pengelolaan Hubungan Industrial
    • Peran dan fungsi Personnel /HR: Support, Service, Advice, dan Control
    • Management cycle dan HR
    • Strategic Planning untuk Industrial Relations/ Hubungan Industrial
  2. Wilayah HubUngan Industrial
    • Alat dari Hubungan Industrial
    • Undang-undang No. 21/ 2000, 13/ 2003, 4/2004 dan Peraturan Pemerintah
    • Menyusun sarana untuk membangun Hubungan Industrial yang baik
    • issues dan concerns dalam hubungan Industrial
  3. Perjanjian Kerja (PK)
    • Dasar hukum
    • Pengertian
    • Bentuk
    • Jenis
    • Isi PK
    • Syarat pembuatan perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT)
    • Akibat hukum jika syarat-syarat PKWT dilanggar
  4. Peraturan Perusahaan (PP)
    • Dasar hukum
    • Pengertian
    • Perusahaan yang diwajibkan membuat PP
    • Tata cara pembuatan
    • Isi
    • Pengesahan
    • Kewajiban pengusaha setelah PP disahkan
    • Masa berlaku
  5. Perjanjian Kerja Bersama (PKB)
    • Dasar hukum
    • Pengertian
    • Syarat dan tata cara pembuatan
    • Hal-hal yang harus dimuat dalam PKB
    • Kewajiban pengusaha dan SP/SB/pekerja setelahPKB berlaku
    • Masa berlaku
    • Syarat perpanjangan atau pembaharauan
    • Perbedaan PKB dan PP
  6. Waktu Kerja dan Waktu istirahat.
    • Dasar hukum.
    • Waktu kerja sehari dan seminggu
    • Waktu istirahat dan cuti
    • Hak pekerja/buruh perempuan atas istirahathamil/melahirkan
    • Sanksi jika terjadi pelanggaran
  7. Upah Kerja Lembur
    • Dasar hukum
    • Pengertian dan ruang lingkup
    • Syarat kerja lembur
    • Kewajiban pengusaha yang mempekerjakan pekerja kerja lembur
    • Dasar perhitungan upah lembur
    • Cara perhitungan upah lembur
    • Sanksi atas pelanggaran kerja lembur
  8. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)
    • Dasar hukum
    • Pengertian dan ruang lingkup
    • PHK yang dilarang
    • Alasan PHK oleh : pengusaha; pekerja.
    • Prosedur/mekanisme PHK
    • PHK yang tidak perlu penetapan dari PHI
    • Skorsing
    • Kompensasi akibat PHK
    • Komponen upah untuk kompensasi akibat PHK
    • Hak pekerja yang ditahan pihak berwajib
    • PHK karena usia pensiun
  9. Case Study

PESERTA PELATIHAN :

Training Hubungan Industrial untuk HRD  ini sebaiknya diikuti oleh  staff dan supervior HRD Department

FASILITAS PELATIHAN :

  1. Pelatihan di Hotel Berbintang di Yogyakarta, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar.
  2. Modul (hard and soft copy), Sertifikat, Flash disk, Training kit, Souvenir, Lunch, 2x Coffee Break

INFORMASI LEBIH LANJUT & PENDAFTARAN:

PT Gama Semesta Konsultindo

CP : Risma / Nuroini / Lilis/ Isna

Hp : 0813 9229 0011 / 0812 1516 0011 / 0877 3989 1000

Telp. : 0274 – 2820009, Fax. : 0274 – 6473006

E-mail : gamasemesta@gmail.com, info@gamasemesta.comHomepage :www.gamasemesta.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Kontak Kami !